Selasa, 07 Mei 2013

Untuk Fotografer Pemula

Sebagai seorang fotografer pemula atau baru belajar tentang dunia fotografi, artikel kali ini cocok untuk dibaca. Kami akan mengulas beberapa gagasan yang bisa membantu kalian dalam proses menjadi seorang fotografer.
Copyright: Danakore

1. Jangan tergesa-gesa membeli perangkat fotografi yang mahal

Kemungkinan untuk menghasilkan foto yang baik dengan menggunakan kamera yang murah seperti kamera saku sangat mungkin terjadi, jika tidak percaya lihat lah hasil-hasil foto berikut ini menggunakan kamera saku. Semakin banyak Sobat mengambil foto, maka kalian akan semakin mengerti tentang kebutuhan kamera ketika akan melakukan upgrade perangkat fotografi.

2. Pertimbangkan membeli Tripod

Tripod yang tidak terlalu mahal dan kokoh kiranya layak untuk dipertimbangkan, terutama jika Sobat memiliki kecenderungan tangan yang bergetar, kalian akan terkejut dan puas ketika melihat hasil jepretan dengan menggunakan Tripod. jika ingin foto lebih stabil lagi, kalian bisa menggunakan fitur timer atau shutter release ketika menggunakan Tripod.

3. Bawa kamera kalian kemanapun pergi

Peluang foto yang bagus sering kali datang ketika sobat tidak menyadari atau mengharapkannya, dan jika kalian bisa menyederhanakan perangkat kamera kalian, seperti membawa hanya tas kamera serta tripod maka bawalah perangkat tersebut kemana kalian pergi, dan tentunya kalian tidak akan menyesal ketika tiba-tiba mendapatkan peluang foto yang jarang sekali terjadi. Jika Sobat memiliki handphone yang memiliki fitur kamera, maka gunakan untuk mengambil gambar sebagai 'note' untuk pemandangan itu, dan sobat bisa kembali dengan membawa kamera yang sebenarnya.

4. Buatlah daftar foto yang ingin Sobat ambil

Jika sobat tidak bisa membawa serta kamera kalian, maka setidaknya tetaplah membawa buku saku dan selalu mencatat tempat-tempat yang sobat ingin kembali untuk memotret tempat tersebut. pastikan sobat mencatat setiap detil yang penting, seperti pencahayaan, sehingga sobat bisa kembali ketempat tersebut di waktu yang sama atau pada saat cuaca yang tepat. Jika sobat tidak ingin membawa buku saku, maka kalian bisa mengirimkan catatan via email lewat handphone,

5. Jangan mengabaikan subyek yang 'biasa' dalam fotografi

Sobat mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik dan layak dipotret di kamar tamu atau halaman belakang, tetapi setidaknya cobalah melihat sekeliling dengan sudut pandang yang baru. Sobat mungkin bisa menemukan spektrum cahaya atau beberapa bunga liar di halaman belakang rumah kalian, seringkali sebuah obyek sederhana bisa menciptakan foto yang bagus.

6. Nikmatilah proses belajar fotografi

Hal yang paling menarik mempelajari sebuah hobi seperti fotografi, adalah tidak ada kata cukup dalam mempelajarinya. Sumber inspirasi banyak sekali bisa ditemukan disekeliling kalian. Lihatlah semua hal tersebut menggunakan mata seorang fotografer dan Sobat akan menemukan peluang foto yang tidak kalian sadari sebelumnya.

7. Manfaatkan Sumber online belajar fotografi gratis

Pelajari foto-foto yang dihasilkan oleh fotografer profesional melalui situs seperti flickr, atau website yang berbagi informasi tentang teknik fotografi seperti InFotografi, disana bisa kalian temukan inspirasi dan tips tentang dunia fotografi. Jika Sobat tertarik untuk belajar mengenai post-processing dan masih belum ada anggaran biaya untuk membeli software seperti Adobe Photoshop, cobalah gunakan software free seperti GIMP

8. Terus melakukan uji coba pada pengaturan kamera

Kamera saku yang Sobat miliki bisa jadi memiliki fitur yang jauh lebih fleksibel dari yang kalian ketahui sekarang. Bacalah buku petunjuk atau manual untuk bantuan mengartikan simbol-simbol yang ada dalam pengaturan kamera. Cobalah memotret satu subyek dengan menggunakan pengaturan yang berbeda, lihat dan pelajari serta  pilihlah hasil mana yang paling kalian sukai. Ketika me-review ulang foto-foto tersebut pada komputer, coba lihat EXIF data setiap foto untuk melihat kembali pengaturan kamera yang kalian gunakan saat memotret.

9. Pelajari aturan-aturan dasar

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali informasi tentang dunia fotografi tersebar secara online di internet. Mulailah dengan beberapa artikel tentang komposisi. Terbukalah pada pendapat - pendapat dari fotografer yang lebih berpengalaman mengenai teknik fotografi yang mereka gunakan. Sobat tentunya harus mengetahui dan memahami aturan dasar sebelum melanggarnya bukan?

10. Memotretlah secara rutin

Cobalah memotret sesuatu setiap hari, jika Sobat tidak bisa melakukannya, maka pastikan kalian berlatih secara rutin sehingga Sobat tidak lupa apa yang telah kalian pelajari sebelumnya. Cara yang paling baik melakukan ini adalah memberikan pada diri sendiri sebuah tantangan fotografi setiap minggunya.

11. Jangan takut untuk bereksperimen

Jika Sobat menggunakan kamera digital, lakukan uji coba secara terus menerus dan kemungkinan besar kalian akan menemukan sesuatu yang sangat kalian sukai, dan tentunya kalian akan belajar banyak melalui proses belajar ini.
Selamat Mencoba!!

Tour Fotografi


 
Setiap berangkat untuk tur fotografi, selalu saja ada dilema, mau bawa apa saja ya? Yang pasti kalau mau bawa semuanya, agak repot, karena nanti keberatan. Tapi kalau cuma bawa seringkas mungkin, nanti ada yang kurang jadi menyesal.

Sayangnya kita hidup di dunia yang serba terbatas, sampai saat ini tidak ada kamera yang sempurna. Tidak ada lensa yang bisa menjangkau dari lebar sekali sampai tele/sempit/jauh sekali. Bukaan lensa zoom juga biasanya terbatas.

Ukuran dan berat peralatan juga sangat menentukan. Kamera, lensa, yang berat biasanya kinerjanya lebih baik daripada yang kecil dan ringan, tapi kalau terlalu berat bawaannya jadi menguras stamina, terutama tur fotografi yang melibatkan banyak jalan kakinya.

Saran saya dicoba saja untuk memasukkan semua bawaan ke tas, lalu dibawa jalan-jalan. Menurut pengalaman saya, bawaan 7 kg (termasuk berat tas dan tripod) adalah batasan maksimum. Lebih dari itu, saya akan merasakan tidak nyaman dan cepat lelah saat berjalan-jalan selama 1-2 jam.

Setiap orang tentunya berbeda-beda, setelah memuat tas, cobalah saja, apakah cukup melelahkan? kalau tidak mengganggu stamina, tentunya tidak apa-apa. Tapi jika terasa melelahkan setelah 1-2 jam, mungkin lebih baik mengurangi bawaan atau mencari alternatif peralatan yang lebih ringan atau kalau memungkinkan bisa menyewa jasa porter. Kebetulan juga 7 kg adalah batas berat maksimum untuk carry-on untuk dibawa masuk ke kabin pesawat.

Fotografi Amatir And Real

Fotograf..Hmmmmm

Secara umum, fotografi amatir diartikan sebagai orang yang mencintai fotografi dan tidak menghasilkan uang dari kegiatan tersebut. Sedangkan fotografer pro adalah seorang fotografer yang menghasilkan uang dari fotografi.

Definisi di atas agak janggal karena hanya melihat dari sisi luarnya saja. Sesuai definisi tersebut, banyak fotografer pro memiliki hasil karya yang di bawah standar. Di lain pihak, banyak yang masuk definisi fotografer amatir tapi memiliki karya yang jauh lebih bagus dan konsisten.

Bukannya agak aneh memberikan gelar 'pro' kepada tukang foto keliling dan 'amatir' kepada fotografer yang menghasilkan karya yang spektakuler tapi tidak menjual jasa/karyanya?

Maka itu, menurut saya perlu ada redefinisi istilah amatir dan fotografer pro supaya lebih sesuai. Definisi pro dan amatir seharusnya tidak berdasarkan masalah uang semata.

Menurut yang saya amati, fotografer pro dan amatir memiliki perbedaan yang kontras dalam cara pikir dan kebiasaan mereka. Ciri-ciri di bawah ini tidak hanya berlaku dibidang fotografi saja tapi juga di bidang pekerjaan lainnya.

Pro bekerja dengan konsentrasi tinggi dan cenderung menjelajahi sesuatu secara mendalam, sedangkan amatir mudah teralihkan perhatiannya dan biasanya mempelajari sesuatu hanya sebatas di permukaan. Misalnya, profesional giat belajar dan konsisten dalam berlatih.

Sedangkan amatir berlatih kalau hanya suasana hatinya lagi bagus saja. Saat pro berlatih di studio, amatir sibuk dengan BlackBerry, Twitter dan Facebooknya. Sewaktu praktik juga sering tidak serius. Jika pergi ke suatu tempat, Pro akan menjelajah lebih lama tentang tempat itu, mencari tahu apa keunikan dan karakter suatu tempat.

Kalau perlu nungguin dari pagi sampai malam untuk mendapatkan cahaya yang paling sesuai dengan imajinasinya. Jika bertemu seseorang, fotografer pro akan mencoba mengenal dan menggali lebih dalam tentang orang tersebut.

Sedangkan amatir akan sekadar jeprat-jepret lalu kembali naik ke mobil. Profesional tahu apa yang harus dikerjakan dan jalan mana yang harus ditempuh. Jalan tersebut kecil dan terjal, tapi jelas dan tidak bercabang. Sedangkan amatir senantiasa terpengaruh dengan jalan yang bercabang-cabang dengan tujuan yang tidak jelas.

Amatir sangat membutuhkan pengakuan dari kelompok/gangnya. Maka itu banyak amatir yang menempelkan watermark yang berisi kata-kata yang dianggap keren seperti 'Blablabla Photoworks' dan kemudian sibuk men-tag orang-orang yang berada di jejaring sosial dengan agresif.

Enak ya jadi Fotografer

Kalimat diatas rasanya belum pernah saya dengar terucap dari anak-anak yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak maupun Sekolah Dasar. Ya memang jamaklah…. karena umumnya mereka ingin jadi dokter, insinyur, presiden, pilot, atau polisi??? Alasan utama sepertinya lebih kepada hidup yang harus stabil secara finansial, punya status sosial yang baik, dan segala hal yang terreferensi dari dan pengakuan orang di sekitarnya. Teman saya seorang dokter dan dia berpenghasilan sebulan sebutlah kurang lebih 18 juta rupiah, tetangga di perumahan profesinya insinyur dan dia digaji 15 juta sebulan oleh kantornya, sedangkan fotografer?

Nama-nama seperti Sam Nugroho dan Artli Ali saya berani bilang bahwa waktu kecilpun mereka tidak punya cita-cita menjadi fotografer walaupun saya juga tidak tahu pasti cita-cita mereka dulu apa, ya benar mereka fotografer! Profesional yang kalau kira-kira kasarnya sebulan bisa mengantongi sekitar 150 hingga 200 juta rupiah yang kalau dikonversikan (masih asal juga) setara dengan gaji para direktur BUMN besar di negeri ini. Saya juga jadi ingat kalau ada teman fotografer saya pernah foto untuk 1 project selama 8 hari dibayar 500 juta, atau setara dengan gaji store manager salah satu fast food franchise dari Amerika Serikat selama 100 bulan yang kurang lebih 8 tahun. Itu berarti 8 hari sama dengan 8 tahun . Atau jangan terlalu muluk, beberapa kolega fotografer saya sebulan berpenghasilan antara 7 sampai 30 juta. Sebanding atau bisa jadi lebih dari apa yang di dapat oleh insinyur, dokter, dan pilot. Ya memang juga masih tergantung pada level keahlian, posisi, dan kapasitas dari profesi masing-masing.